melindungi Active Directory

Hampir 90% bisnis menggunakan Active Directory pada lingkungan IT mereka untuk mengelola akun pengguna dan akses kontrol. Namun, setiap harinya, 95 juta akun AD menjadi target penjahat siber.

Tidak heran jika AD adalah target yang populer. Ini karena penyerang dapat mengeksploitasi akun pengguna pada AD dan menggunakannya sebagai jalan masuk untuk meluncurkan serangan siber yang lebih besar.

Itulah mengapa, penting sekali untuk melindungi AD Anda. Cari tahu bagaimana cara menerapkan best practice untuk mengamankan AD Anda dari serangan siber di artikel ini.

 

13 cara melindungi Active Directory

Pada lanskap digital saat ini, penting sekali untuk melindungi Active Directory Anda dari berbagai serangan. Inilah checklist yang harus Anda perhatikan untuk melindungi AD:

1. Menerapkan update dan patch secara konsisten: Lakukan pemindaian vulnerability dan patch untuk mendeteksi kerentanan. Pastikan semua server AD, sistem operasi, dan aplikasi Anda menerima pembaruan patch paling terkini untuk menurunkan kerentanan.

2. Mengamankan administrative privilege: Administrative privilege, atau hak istimewa untuk urusan administratif, hanya boleh diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkannya untuk menjalankan tugas mereka. Gunakan akun administratif terpisah untuk aktivitas harian dan tugas administratif.

3. Menggunakan kebijakan password yang kuat: Gunakan hanya password kompleks yang mencakup kombinasi huruf kecil, huruf kapital, angka, dan karakter spesial. Selain itu, coba gunakan passphrase. Lalu, pastikan untuk mengganti password secara regular dan hindari penggunaan password yang pernah digunakan.

4. Menerapkan multi-factor authentication (MFA): Implementasi MFA, seperti kode atau biometrik melalui aplikasi mobile, untuk menambah lapisan keamanan AD Anda. Meskipun password pengguna Anda bocor, MFA dapat mencegah penyerang dalam mengakses akun dan resource di jaringan.

5. Meninjau dan memantau AD terus menerus: Pantau lingkungan AD terus-menerus untuk mengetahui aktivitas mencurigakan yang bisa saja merupakan peretasan akun. Selain itu, terapkan kebijakan audit untuk melacak event penting dan mengirimkan alert ketika terjadi potensi pelanggaran keamanan.

Berikut ini adalah beberapa fungsi yang perlu dipantau dan ditinjau secara berkala untuk menjaga keamanan AD Anda:

 

Platform

Pendekatan keamanan yang perlu diambil

Active Directory

  • Melacak semua perubahan yang terjadi di entitas organisasi

  • Memantau logon pengguna

  • Menganalisis akun pengguna yang terkunci

  • Mengaudit perubahan GPO

  • Menggunakan strategi threat hunting yang proaktif

Azure AD

  • Melacak logon

  • Menginvestigasi akun pengguna yang terkunci

  • Mengidentifikasi logon yang berisiko

  • Menganalisis perubahan pada group membership, role, dan perangkat

File server

  • Melacak akses file

  • Memantau perubahan permission file

Windows server

  • Memantau logon lokal

  • Melacak perubahan pengguna, grup, dan kebijakan

  • Mengecek file integrity

Windows workstation

  • Memantau durasi waktu aktif

  • Melacak semua aktivitas USB

Tabel 1: Pendekatan keamanan untuk melindungi AD Anda

6. Menerapkan segmentasi jaringan: Isolasi infrastruktur AD yang penting dari sumber daya jaringan lainnya dengan menggunakan microsegmentation. Pendekatan ini membatasi pergerakan lateral, yang membantu meminimalkan potensi peretasan.

7. Menggunakan protokol yang aman: Gunakan protokol seperti LDAP dan SMB signing untuk mengonfigurasi Active Directory Anda. Enkripsi channel komunikasi di antara server AD dan klien untuk mencegah penyadapan dan manipulasi data.

8. Menerapkan aturan firewall yang ketat: Batasi jaringan eksternal dalam mengakses port dan protokol AD Anda. Pastikan aturan firewall yang tepat diimplementasikan hanya pada traffic jaringan yang diperlukan dari/ke server AD.

9. Memiliki rencana backup dan recovery yang baik: Lakukan backup berkala pada data AD Anda dan cek jika proses restorasi berjalan dengan baik. Buat rencana disaster recovery yang komprehensif untuk memitigasi dampak dari potensi kebocoran data dan bencana lainnya.

Berikut ini adalah beberapa taktik yang dapat Anda ikuti untuk meningkatkan rencana recovery:

    • Buat kebijakan dan rencana respons insiden.

    • Tentukan prosedur untuk menangani dan melaporkan insiden.

    • Buat prosedur untuk berkomunikasi dengan pihak ketiga.

    • Bentuk tim respons dan tunjuk pemimpinnya.

10. Menerapkan benchmark dan baseline keamanan: Pengaturan default harus diperiksa agar sesuai dengan standar keamanan terkemuka untuk mengurangi risiko serangan tanpa mengorbankan fungsionalitas OS. Beberapa informasi berikut dapat membantu Anda menganalisis dan menguji baseline konfigurasi keamanan yang direkomendasikan oleh Microsoft:

11. Memberikan training untuk pengguna: Edukasi pengguna tentang ancaman keamanan yang umum dan strategi pencegahannya untuk meningkatkan security awareness.

12. Menghapus akun yang tidak diperlukan: Pastikan untuk menghapus atau menonaktifkan akun yang tidak terpakai segera mungkin, sebab akun yang tidak terpakai dapat disalahgunakan penyerang.

13. Menetapkan standard nama grup: Memiliki sedikit grup AD bisa memudahkan admin memahami struktur organisasi AD dengan cepat. Namun, jika ingin meningkatkan keamanan, menetapkan standarisasi nama grup AD adalah solusi yang tepat. Dengan standarisasi nama grup, admin dapat dengan mudah memantau dan mengelola izin akses, menyederhanakan proses audit, dan mengidentifikasi perubahan atau aktivitas mencurigakan, sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan akibat konfigurasi yang salah.

AD adalah game-changer bagi banyak profesional IT. AD memungkinkan administrator IT untuk memvalidasi identitas pengguna dan akses, sekaligus mengelola berbagai aspek sumber daya jaringan. Mengingat AD merupakan komponen utama dalam keamanan jaringan, tim IT harus memprioritaskan perlindungannya. Evaluasi rutin, pembaruan langkah keamanan, serta mengikuti tren dan best practice keamanan terbaru pun menjadi sangat penting untuk melindungi infrastruktur AD Anda.

Dengan solusi SIEM yang efektif, Anda dapat mengamankan lingkungan AD Anda dan melakukan aktivitas-aktivitas ini dengan mudah:

  • Mengaudit perubahan ID AD dan Microsoft Entra

  • Memonitor perubahan file

  • Mengaudit perubahan pada pengaturan group policy

  • Mengaudit dan melaporkan perubahan yang terjadi pada Windows server

  • Melacak aktivitas logon dan logoff

  • Menganalisis akun yang terkunci

  • Memonitor aktivitas karyawan

  • Mencapai compliance

ManageEngine Log360 adalah solusi SIEM komprehensif yang membantu Anda mendeteksi, memprioritaskan, menginvestigasi, dan merespons ancaman keamanan. Ingin tahu lebih lanjut? Jadwalkan demo yang dipersonalisasi!